Sinergi TNI-Polri, Jaminan Keamanan Mudik Lebaran

- Created Mar 26 2025
- / 7745 Read
Momentum mudik Lebaran di Indonesia bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi aparat keamanan negara. Setiap tahunnya, jutaan masyarakat bergerak serentak menuju kampung halaman, menciptakan lonjakan mobilitas yang sangat tinggi. Menyadari kompleksitas situasi tersebut, TNI dan Polri kembali menunjukkan sinergi yang solid dalam Operasi Ketupat 2025 untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama mudik Lebaran.
Operasi Ketupat adalah operasi pengamanan berskala nasional yang rutin digelar menjelang Idul Fitri. Dalam operasi tahun ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan pengerahan 164.298 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BMKG, Dinas Perhubungan, Pramuka, hingga relawan. Sinergi tersebut memperlihatkan komitmen bersama lintas lembaga dalam menjamin keamanan publik. Lebih dari 2.800 pos pengamanan didirikan di titik-titik strategis yang mencakup jalur mudik utama, terminal, bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat keramaian. Pos-pos ini terbagi menjadi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, di mana personel TNI turut serta memperkuat pengamanan, mengawasi distribusi logistik, serta bersinergi dengan personel Polri dalam pengendalian lalu lintas.
Sinergi antara TNI dan Polri tidak hanya terlihat di tingkat pusat, tetapi juga kuat di level daerah. Di Jawa Timur, Polda Jatim bersama Kodam V/Brawijaya mengerahkan lebih dari 15 ribu personel gabungan. Mereka tersebar di 149 pos pengamanan, 41 pos pelayanan, dan 13 pos terpadu di jalur rawan kemacetan dan kecelakaan. Untuk memaksimalkan pengawasan, aparat juga memanfaatkan aplikasi Mahameru Quick Response yang terintegrasi dengan 1.361 kamera pemantau lalu lintas. Teknologi ini memudahkan koordinasi antara TNI, Polri, dan instansi lain dalam merespons cepat setiap insiden yang terjadi di lapangan.
Sementara itu, di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kolaborasi serupa juga berlangsung dalam Apel Operasi Ketupat Seligi 2025 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Natuna dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Komandan Satuan TNI dan Kapolres. Dalam apel tersebut, AKBP Nanang Budi Santoso menegaskan pentingnya sinergi sebagai kunci utama dalam menciptakan mudik yang aman. Partisipasi aktif personel TNI AU, AD, AL, serta Polri, Basarnas, BPBD, dan Dinas Perhubungan memperlihatkan kuatnya koordinasi antarlembaga.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI dan Polri. Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiutomo, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan refleksi dari semangat kolektif menjaga kepentingan masyarakat. Menurutnya, TNI dan Polri telah menunjukkan kesigapan dan koordinasi yang optimal dalam menghadapi tantangan pengamanan di musim mudik. Ia menekankan bahwa keamanan masyarakat dalam arus mudik bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tugas bersama. TNI dinilai telah menunjukkan dukungan luar biasa dalam memperkuat pengamanan, terutama di titik rawan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Sinergi TNI-Polri dalam pengamanan mudik Lebaran bukan sekadar formalitas, melainkan memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Penurunan angka kecelakaan, meningkatnya rasa aman pengguna jalan, hingga kemudahan arus lalu lintas merupakan indikator keberhasilan sinergi tersebut. Masyarakat menyambut baik kehadiran aparat gabungan di sepanjang jalur mudik. Banyak pemudik yang mengaku merasa lebih tenang dan nyaman karena kehadiran personel TNI dan Polri yang siaga setiap saat, terutama pada malam hari atau di titik-titik rawan kriminalitas.
TNI dan Polri juga menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pemantauan lalu lintas berbasis kamera CCTV, pemanfaatan dashboard digital, hingga penggunaan media sosial untuk menyampaikan informasi terkini merupakan bentuk transformasi layanan keamanan yang terintegrasi. Polri bahkan telah menyiapkan sistem prediksi arus lalu lintas dan pola kerawanan berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. Informasi ini disampaikan ke publik secara rutin melalui kanal resmi yang turut dikelola bersama dengan jajaran TNI untuk menjamin kredibilitas informasi.
Pengamanan mudik Lebaran 2025 telah menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi TNI dan Polri merupakan model pengamanan ideal yang dapat dijadikan rujukan dalam situasi serupa di masa depan. Sinergi yang dibangun tidak hanya dalam tataran struktural, namun juga pada level operasional, di mana personel kedua institusi saling bahu-membahu menjalankan tugas di lapangan. Lebaran tahun ini kembali menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan kolektif dalam menjaga keamanan nasional, dan TNI-Polri adalah fondasi utama dalam mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat. Semangat sinergi yang mereka tunjukkan patut diapresiasi dan terus diperkuat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First